Postingan

Sikap PMII PROBOLINGGO Terhadap

Gambar
Kraksaan, 30/04/17 Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) serentak akan dilaksanakan pada tanggal 27 Juni 2018 mendatang. Kabupaten Probolinggo akan menjadi bagian dari peserta Demokrasi itu dalam rangka memilih Bupati dan Wakil Bupati. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Probolinggo mulai gencar mensosialisasiakan proses jalannya pilkada kepada masyarakat agar mereka bisa turut berperan aktif datang ke TPS dan menolak Golput dalam perhelatan demokrasi yang akan berlansung nanti.         Salah satu rangkaian pemilihan umum yang dirancang oleh KPU adalah dengan bekerja sama dengan elemen masyarakat baik dari unsur organisasi kemasyarakatan, LSM, BEM ataupun Organisasi kepemudaan seperti halnya PMII. PMII sebagai salah satu organisasi kepemudaan di probolinggo yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi berkomitmen mengawal dan menolak keras segala bentuk politik uang ataupun segala bentuk yang dapat menciderai jalannya Demokrasi. Seperti telah di ketahui telah bany...

Sikap Ketua PMII Probolinggo Terhadap Pengesahan Revisi UU MD3

Gambar
Pada Senin, 12 Februari 2018 kejutan datang dari para dewan legislatif Indonesia, DPR-RI yang melaksanakan sidang paripurna untuk mengesahkan Revisi Undang-undang nomor 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3)13 Feb 2018). Beralasan untuk memperbaiki kinerja dari dewan legislatif, Revisi UU MD3 sarat dengan masalah. Buktinya pada beberapa pasal dalam undang-undang tersebut justru menguatkan posisi dewan legislatif dan menjadikannya kebal terhadap hukum. Diantaranya adalah hak imunitas terhadap anggota DPR yang tertuang dalam pasal 245 yang berbunyi “Pemanggilan dan permintaan keterangan kepada anggota DPR sehubungan dengan terjadinya tindak pidana yang tidak sehubungan dengan pelaksanaan tugas sebagaiman dimaksud dalam Pasal 224 harus mendapatkan persetujuan tertulis dari Presiden setelah mendapat pertimbangan dari Mahkamah Kehormatan Dewan. Yang mana Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) juga diisi oleh anggota DPR. Pasal tersebut berpotensi mempersulit upaya...

For Palestina

Gambar
Probolinggo, 14 Desember 2017 (Aulia Wahyu Alfiatama) Disini, dibumi pertiwi Kita masih bisa menikmati Apa yang namanya mimpi Apa yang namanya damai Meskipun selalu berdamai dengan investor Mari tengok ke Palestina Anak-anak kecil disana Tak tau seperti apa liburan Sebab, tanahnya di curi kebebasanya Tanahnya yang menjadi kecil Sekecil mereka yang telah hilang harapannya Mari tengok ke Palestina Anak-anak kecil disana Tanpa sebuah kedamaian Tanpa sebuah masa kanak-kanak Langitnya yang menjadi hitam Sehitam mimpi-mimpi mereka Jerit tangisnya pecah seakan merobek telinga Bukankah perang seharusnya sudah tinggal cerita ? Bukankah perang seharusnya sudah sirna ? Tak inginkah melihat senyum di wajah mereka ? Kita disini Menjadi saksi tentang tragedi ini Apakah tak bisa untuk duduk bersama Dan rasakan hangatnya jiwa Dalam balutan cinta Lantas, bagaimana komitmen perserikatan ? Ironi sekali, justru mempertajam perpecahan Tolong dengarkan mereka Biarkan d...

REFLEKSI GENERASI MUDA (KIDZ ZAMAN NOW) UNTUK SUMPAH PEMUDA

Gambar
Penulis adalah Kader PMII Probolinggo   & Anggota Gusdurian Probolinggo Sahabat Danir Rahman P asca ngaji rutinan dua minggu sekali tentang ‘hari santri’ dua minggu yang lalu, penulis kembali menggelar diskusi dan ngaji ‘sumpah pemuda’ untuk memperingati dan merayakan hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 oktober kemarin yang bertepatan perayaannya yang ke-89. Dihadiri oleh beberapa kalangan pemuda baik dari pelajar dari tingkat siswa-mahasiswa, pemuda pegiat seni hingga santri dari berbagai pesantren, dan  mereka semua antusias untuk menggelar dan mengikuti diskusi rutinan secara khidmat dan penuh kekhusu’an itu. Tulisan ini ingin menggelar beberapa isu dan wacana tentang esensi dan substansi sumpah pemuda itu sendiri. Impresi pertama kali yang saya dapat saat tulisan ini dibuat adalah kebodohan dan kemiskinan saya tentang “api sumpah pemuda” sebab kutipan Soekarno yang pernah beliau sampaikan pada saat kongres pemuda yang ke-35 ialah, jangan warisi abu su...

PC PMII PROBOLINGGO Aksi Galang Dana Sejuta Koin Untuk ROHINGYA

Gambar
PC PMII PROBOLINGGO Galang Dana Sejuta Koin Untuk ROHONGYA P uluhan mahasiswa/i yang tergabung dalam organisasi PMII menggelar aksi  penggalangan dana sejuta koin  untuk Muslim Rohingya, senin  11/9/2017. Titik aksi hari ke 1 dan 2 difokuskan di lampu merah PP. Badriduja Kraksaan Probolinggo. Meski terik matahari menyengat tidak menyulutkan semangat bagi mereka untuk melakukan kegiatan beramal di jalan raya, yakni mahasiswa dari tujuh kampus  Kabupaten/kota probolinggo yang di komandoi oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Probolinggo Dalam aksi ini, para peserta aksi membawa bener & kotak kardus yang bertuliskan Sejuta Koin Untuk Rohingya, dan mengecam aksi kekerasan yang terjadi terhadap umat Islam di Rohingya. Mereka mengutuk dan menyerukan agar kekerasan yang terjadi segera dihentikan. Panas terik matahari tidak sebanding panas yang  kaum rohingya rasakan, dan Kita meminta agar pemerintah Indonesia bisa memberikan tekanan y...

"NEGERI KELIMA"

Gambar
Hasan Al Hakiki D imanakah Negeriku? Aku rindu Denganmu Aku Rindu lamunan Demokrasi yang nyata Apakah Kau tau? Langkahku terkutuk sengsara pada jiwa Borjuis yang basi Ohh Negeriku,,, Cepatlah Kembali Pada surga Aku kelam menunggumu di dunia nestapa Sembarut bergulat dengan etos kaum raja Bagai sampah-sampah para penguasa Negriku,,, Dahulu kau menoreng cita sorak raya Menulis Kisah Pada selaksa jagad raya Namun Saat ini kau kemana? Namamu menjadi sensasi janji dusta Jangan sampai kau dahaga Jika kubentuk Menjadi Negeri Kelima

PEREMPUAN PENJAGA NEGERI

Gambar
Sekum PC PMII Probolinggo Auliya Wahyu A  T eruntuk kalian Tak perlu di lahirkan dari kalangan bangsawan Tak perlu meraka yang berpendidikan tinggi Cukup kematangan jiwa Layaknya perempuan melankolis Yang mampu menepis kegalauan dan kekinian kini, tak perlu lagi Kita berperang melawan slogan “Kasur, Sumur dan Dapur” Tapi sungguh ironi Yang katanya penjaga negeri Yang katanya berpendidikan tinggi Malah mengumbar diri Dan berkelut pada kesenangan pribadi Tak sedikit dari mereka  Keluar dari cita-cita sang Bunda Perempsuan penjaga negeri Dimana engkau berada ? Kami butuh peranmu Sebab jika diterawang Kembali pada masa yang pernah hilang Mengintip tokoh besar dunia Dengan segala keberhasilnya Ada sosok kalian dibelakangnya Perempuan penjaga negeri, kembali beraksi